Sitemap

Software Alternatif Produk Adobe (Open Source & Berbayar).

5 min readMay 11, 2019

--

Press enter or click to view image in full size
Sumber Gambar oleh : https://pixabay.com/images/id-452238/

Hallo! :D

Pada kesempatan kali ini saya mau membagikan daftar software alternatif produk dari Adobe family.

Berikut daftar lengkap software alternatif Grafis, Photo, Animasi, Audio, Editing Video dll. Tenang, untuk kualitas grafis dan fitur pastinya tidak kalah jauh kok dengan produk Adobe.

Sudah saya siapkan semua, tautan (link download) kalian tinggal klik dan unduh. 👌

Silahkan diunduh pada daftar tautan berikut! :)

1. Alternatif dari Adobe Photoshop

Press enter or click to view image in full size
Photo Manipulation by : https://pixabay.com/images/id-2194645/
  • Affinity Photo by Serif. Software bisa unduh di sini. (berbayar)
  • Clip Studio by CELSYS, Inc. Software bisa unduh di sini. (berbayar)
  • Krita by Krita. Software bisa unduh di sini. (open source)
  • GIMP by GIMP. Software bisa unduh di sini. (open source)
  • Medibang Paint by MediBang Inc.. Software bisa unduh di sini. (open source)
  • Fire Alpaca by PGN Inc. Software bisa unduh di sini. (open source)
  • Photopea. Software bisa digunakan online di sini. (web based)
  • Paint Tool Sai. Software bisa unduh di sini. (berbayar)
  • MyPaint. Software bisa unduh di sini. (open source)
  • Paint.NET. Software bisa unduh di sini. (open source)

Pro:

  • Harga lebih murah dari Photoshop
  • Lifetime license
  • Kebanyakan open source alias gratis
  • Ukuran software cenderung lebih kecil

Cons:

  • Beberapa tools maupun fitur belum selengkap Photoshop
  • Plugin, texture maupun dukungan pihak ketiga belum lengkap
  • Update maupun dukungan software tidak secepat Photoshop

2. Alternatif dari Adobe Illustrator

Press enter or click to view image in full size
New Journey. Saya buat menggunakan Affinity Designer
  • Affinity Designer by Serif. Software bisa unduh di sini. (berbayar)
  • Inkscape. Software bisa unduh di sini. (open source)
  • Krita by Krita. Software bisa unduh di sini. (open source)
  • Gravit Designer. Software bisa digunakan online di sini. (web based)
  • BoxySVG. Software bisa digunakan online di sini. (web based)
  • Vectr. Software bisa digunakan online di sini. (web based)

Pro:

  • Harga lebih murah dari Illustrator
  • Lifetime license (sekali bayar di awal)
  • Fitur maupun tools sudah hampir selengkap Illustrator
  • Web based dan kebanyakan open source alias gratis
  • Ukuran software cenderung lebih kecil

Cons:

  • Jenis export file masih terbatas, seperti EPS 10
  • Beberapa tools maupun fitur belum selengkap Illustrator
  • Plugin, texture maupun dukungan pihak ketiga belum lengkap
  • Update maupun dukungan software tidak secepat Illustrator

3. Alternatif dari Adobe InDesign

Press enter or click to view image in full size
Biar engga bosen https://pixabay.com/images/id-2982270/ :)
  • Affinity Publisher by Serif (Free for Beta versions). Software bisa unduh di sini. (berbayar)
  • Viva Designer. Software bisa unduh di sini. (berbayar)
  • Scribus. Software bisa unduh di sini. (open source)
  • Canva. Software bisa digunakan online di sini. (web based)
  • SpringPublisher. Software bisa unduh di sini. (berbayar)

Pro:

  • Harga lebih murah dari InDesign
  • Lifetime license (sekali bayar di awal)
  • Fitur maupun tools sudah hampir sama InDesign
  • Ukuran software cenderung lebih kecil

Cons:

  • Jenis export file masih terbatas, pengaturan layout belum bagus
  • Beberapa tools maupun fitur belum selengkap InDesign
  • Plugin, texture maupun dukungan pihak ketiga belum lengkap
  • Update maupun dukungan software tidak secepat InDesign

4. Alternatif dari Adobe After Effect

Press enter or click to view image in full size
Sumber gambar: https://pixabay.com/images/id-768706/
  • Blender. Software bisa unduh di sini. (open source)
  • DaVinci Resolve. Software bisa unduh di sini. (berbayar)
  • Natron. Software bisa unduh di sini. (open source)

Pro:

  • Harga lebih murah dari After Effect
  • Lifetime license (sekali bayar di awal)
  • Blender gratis, dan sangat powerfull
  • Fitur maupun tools sudah setara

Cons:

  • Hanya perlu membiasakan menggunakan aplikasi dan shortcut
  • Plugin cenderung berbeda dengan After Effect

5. Alternatif dari Adobe Animate

Press enter or click to view image in full size
Moana
  • ToonBoom Harmony. Software bisa unduh di sini. (berbayar)
  • Synfig. Software bisa unduh di sini. (open source)
  • Cacani. Software bisa unduh di sini. (open source)
  • TVPaint Animation. Software bisa unduh di sini. (open source)
  • Clip Studio (EX version). Software bisa unduh di sini. (berbayar)
  • Open Toonz. Software bisa unduh di sini. (open source)
  • Krita by Krita. Software bisa unduh di sini. (open source)
  • Pencil 2D. Software bisa unduh di sini. (open source)
  • Fire Alpaca by PGN Inc. Software bisa unduh di sini. (open source)
  • Sozi by Inkscape Extensions. Software bisa unduh di sini. (open source)

Pro:

  • Banyak pilihan software open source dan cukup powerfull
  • Fitur maupun tools sudah setara
  • Ukuran software cenderung lebih kecil

Cons:

  • Hanya perlu membiasakan menggunakan aplikasi dan shortcut
  • Plugin cenderung berbeda dengan Adobe Animate

6. Alternatif dari Adobe Lightroom

Press enter or click to view image in full size
Sumber gambar: https://pixabay.com/images/id-821500/
  • RawTherapee. Software bisa unduh di sini. (open source)
  • Darktable. Software bisa unduh di sini. (open source)
  • Affinity Photo by Serif. Software bisa unduh di sini. (berbayar)
  • LightZone. Software bisa unduh di sini. (open source)
  • ON1. Software bisa unduh di sini. (berbayar)
  • Skylum. Software bisa unduh di sini. (berbayar)

Pro:

  • Open source alias gratis
  • Lifetime license (sekali bayar di awal)
  • Fitur maupun tools cukup setara
  • Affinity photo sudah powerfull untuk pengganti Lightroom

Cons:

  • Hanya perlu membiasakan menggunakan aplikasi dan shortcut
  • Dukungan plugin cenderung berbeda dengan Lightroom

7. Alternatif dari Adobe Dreamweaver

Press enter or click to view image in full size
Sumber gambar: https://pixabay.com/images/id-1209641/
  • WebStorm. Software bisa unduh di sini. (open source)
  • Aptana Studio. Software bisa unduh di sini. (open source)

Pro:

  • Open source alias gratis
  • Fitur maupun tools cukup setara
  • Ukuran software cenderung lebih kecil

Cons:

  • Hanya perlu membiasakan menggunakan aplikasi dan shortcut
  • Dukungan plugin cenderung berbeda dengan Dreamweaver

8. Alternatif dari Adobe Audition

Press enter or click to view image in full size
Kaset-kaset https://pixabay.com/images/id-1482026/
  • Audacity. Software bisa unduh di sini. (open source)
  • Fairlight. Software bisa unduh di sini. (berbayar)

Pro:

  • Open source alias gratis
  • Audacity, Fairlight gratis, dan cukup powerfull
  • Fitur maupun tools sudah setara

Cons:

  • Hanya perlu membiasakan menggunakan aplikasi dan shortcut
  • Plugin cenderung berbeda dengan Audition

9. Alternatif dari Adobe Premiere Pro

Press enter or click to view image in full size
Grafik-grafik https://pixabay.com/images/id-1141505/
  • Kdenlive. Software bisa unduh di sini. (open source)
  • OpenShot. Software bisa unduh di sini. (open source)

Pro:

  • Open source alias gratis
  • Fitur maupun tools sudah setara
  • Cukup untuk editing video sederhana

Cons:

  • Hanya perlu membiasakan menggunakan aplikasi dan shortcut
  • Plugin berbeda dengan Premiere Pro
  • Belum standar industri seperti Premiere Pro

Kesimpulan:

Software Adobe Family masih dijadikan standar internasional, setiap perusahaan, perorangan maupun instansi. Namun, kita tetap bisa berkarya menggunakan software lainnya :))

Selamat mencoba dan belajar! :) ~ Jika mau ngobrol bisa lewat sini. 🤓

Sosial media saya di sini aja, Instagram dan Twitter

Portofolio Design saya di sini aja ya Behance, Dribbble, dan Uplabs.

Sumber dari sini : Creativebloq.com 👏

--

--